Shared conversation
Navigating Church Leadership Challenges and Spiritual Growth
How should a believer respond when church leaders display criticism?
Apakah ulasan Ellen G. White tentang Mazmur 139:23-24
AdventAI
23 Search me, O God, and know my heart: try me, and know my thoughts:
24 And see if there be any wicked way in me, and lead me in the way everlasting.
AdventAI
Ulasan Ellen G. White mengenai Mazmur 139:23-24 menekankan bahwa ayat-ayat ini merupakan seruan doa yang sangat penting bagi setiap orang Kristen untuk melakukan pemeriksaan diri yang mendalam, mencari kemurnian batin, dan berserah sepenuhnya kepada pimpinan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari Psalms 139:23-24.
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai makna dan aplikasi dari doa tersebut dalam kehidupan beriman:
Pemeriksaan Hati yang Mendalam 🔍
Tuhan adalah Pribadi yang menyelidiki batin dan mencoba hati anak-anak manusia, serta mengetahui setiap imajinasi dan pikiran kita. Doa dalam Mazmur 139:23-24 merupakan permohonan agar Tuhan membongkar segala dosa tersembunyi, berhala yang belum dikorbankan, atau kejahatan apa pun yang mungkin ada di dalam diri kita.
Kejujuran Batin: Tuhan menuntut kebenaran di bagian batin yang paling dalam, karena pengakuan luar saja tidaklah berarti tanpa buah pertobatan yang nyata.
Cahaya Firman: Kita diperintahkan untuk menyelidiki hati kita seolah-olah dengan lilin yang menyala, yaitu Firman Allah, untuk melihat roh macam apa yang menggerakkan tindakan kita.
Standar Hukum Allah: Pemeriksaan diri ini harus dilakukan dengan membandingkan hidup kita dengan standar karakter Tuhan, yaitu hukum-Nya yang kudus Psalms 139:23-24.
Keperluan akan Pertobatan dan Konversi Harian ✨
Seseorang yang mengalami pertobatan setiap hari akan selalu menjaga agar kehendak Tuhan tetap berada di hadapannya.
Melampaui Formalitas: Banyak orang tertipu dengan merasa cukup hanya dengan bentuk-bentuk ibadah lahiriah, namun Mazmur ini menuntut adanya kasih Kristus yang menjadi prinsip dasar tindakan di dalam "sanctuari jiwa".
Meruntuhkan Keakuan: Pemeriksaan hati yang jujur akan menghancurkan pembenaran diri dan kesombongan, sehingga kita dapat menerima kebenaran Kristus sebagai pakaian pesta kita.
Buah yang Nyata: Tuhan mencari buah dari pertobatan, bukan sekadar pengakuan iman yang hampa.
Pimpinan Tuhan dalam "Jalan yang Kekal" 🛤️
Setelah hati diselidiki dan dibersihkan, langkah selanjutnya adalah membiarkan Tuhan menuntun kita di jalan yang kekal Psalms 139:24.
Ketergantungan Penuh: Kita harus menyadari bahwa tanpa bantuan Tuhan, kita tidak dapat berjalan di jalan yang benar, sehingga kita perlu memohon: "Tuntunlah aku di jalan yang kekal" Psalms 139:24.
Persatuan Manusia dan Ilahi: Sangat penting adanya persatuan antara usaha manusia dengan kekuatan ilahi agar hukum Allah dapat tertulis di dalam hati.
Menghadapi Pencobaan: Dengan membiarkan Tuhan menyelidiki pikiran kita, kita akan lebih waspada terhadap tipu daya setan dan tidak mudah jatuh ke dalam pencobaan.
Penerapan bagi Para Pemimpin dan Pekerja Tuhan 🤝
Pemeriksaan hati melalui doa ini secara khusus ditekankan bagi mereka yang memegang tanggung jawab besar.
Motivasi yang Murni: Para pelayan Tuhan harus meneliti apakah tindakan mereka didorong oleh kasih ataukah oleh mementingkan diri sendiri dan kemunafikan.
Mencari Hikmat: Mereka yang merasa kekurangan hikmat didorong untuk meminta kepada Allah dengan iman yang teguh James 1:5-7.
Waktu untuk Berdoa: Pekerja Tuhan tidak akan mencapai kesuksesan tertinggi kecuali mereka meluangkan waktu untuk merenung, berdoa, dan menunggu Tuhan guna memperbarui kekuatan fisik, mental, dan spiritual mereka.
Sebagai kesimpulan, doa "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku" adalah sebuah tugas positif yang diperintahkan Tuhan agar kehendak dan roh kita berada di bawah kendali pengaruh ilahi Psalms 139:23. Dengan demikian, kita tidak akan tertipu oleh hati yang licin, melainkan akan diubahkan sesuai dengan citra-Nya Jeremiah 17:9-10.
Sources · 24
- 6LtMs, Ms 11, 1889, par. 10Letters and Manuscripts — Volume 6 (1889-1890)
- 12LtMs, Ms 146, 1897, par. 18Letters and Manuscripts — Volume 12 (1897)
- 13LtMs, Ms 160a, 1898, par. 5Letters and Manuscripts — Volume 13 (1898)
- MYP 83.3Messages to Young People
- 2T 144.1Testimonies for the Church, vol. 2
- 12LtMs, Lt 71, 1897, par. 23Letters and Manuscripts — Volume 12 (1897)
- 9MR 183.3Manuscript Releases, vol. 9 [Nos. 664-770]
- 1888 43.2The Ellen G. White 1888 Materials
- 1888 841.2The Ellen G. White 1888 Materials
- 10MR 282.3Manuscript Releases, vol. 10 [Nos. 771-850]
- 8LtMs, Lt 13, 1893, par. 47Letters and Manuscripts — Volume 8 (1893)
- 18MR 192.2Manuscript Releases, vol. 18 [Nos. 1301-1359]
- 15MR 124.2Manuscript Releases, vol. 15 [Nos. 1136-1185]
- 18LtMs, Ms 90, 1903, par. 16Letters and Manuscripts — Volume 18 (1903)
- 8LtMs, Lt 22, 1893, par. 16Letters and Manuscripts — Volume 8 (1893)
- GW 275.2Gospel Workers (1915 ed.)
- 4LtMs, Lt 75, 1886, par. 8Letters and Manuscripts — Volume 4 (1883 - 1886)
- 1888 836.2The Ellen G. White 1888 Materials
- 20LtMs, Lt 67, 1905, par. 2Letters and Manuscripts — Volume 20 (1905)
- Ed 260.4Education
- Pr 320.3Prayer
- ST July 6, 1904, par. 7The Signs of the Times
- 1888 200.1The Ellen G. White 1888 Materials
- TSA 78.1Testimonies to Southern Africa
Bagaimana dengan Elder gereja yang sentiasa mengkritik si suami isteri ahli baru di baptiskan? Suami isteri ini baru masuk dan baru bergabung 5 tahun dengan gereja Adventist, mereka sangat kurang talenta dari segi memimpin dari persembahan,lagu ,alat muzik, menyanyi lagu pujian, berkhutbah Dan penginjilan, Dan apakah ini adalah cara atau adat tradisi anggota Adventist yang memang keturunan Adventist dari lahir? Dan apabila ada aktiviti pelayanan sidewalk avengelism 4 bulan di rancang tapi bila esok tiba nya acara itu baru Elder tu nak masukkan dalam group whatapp. Apa pandangan demikian? Apakah ahli lembaga gereja itu sedang mengajar atau mengkritik?
AdventAI
Sikap mengkritik yang terus-menerus terhadap anggota baru merupakan tindakan yang sangat mendalam menyedihkan hati Tuhan dan bertentangan dengan prinsip pemerintahan surgawi. Elder atau pemimpin gereja seharusnya menjadi konselor yang bijaksana, bukannya penguasa yang menuntut atau mengkritik dengan tajam.
Berikut adalah pandangan berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran mengenai situasi tersebut:
Larangan Terhadap Kritik dan Sikap Menghakimi 🚫
Tuhan sangat tidak senang jika saudara-saudara seiman dengan curiga mencari-cari kesalahan, mengumpulkan "titik dan koma" kekurangan orang lain, dan mengonstruksikan hal-hal kecil tersebut menjadi dosa besar.
Menghormati Kristus melalui Anggota-Nya: Menganiaya atau mencela anggota yang paling lemah sekalipun sama saja dengan menghina dan menganiaya Kristus sendiri Matthew 25:40.
Bahaya Kritik Tajam: Kritik yang terburu-buru dan tidak berdasar dapat menghancurkan pengaruh orang lain dan mendorong semangat pemberontakan atau keputusasaan.
Tanggung Jawab Penatua: Seorang penatua atau pemimpin haruslah tidak mementingkan diri sendiri, tidak cepat marah, dan bukan seorang pemukul, melainkan harus adil, kudus, dan rendah hati Titus 1:7-8.
Bukan Talenta, Melainkan Roh yang Utama ✨
Kapasitas intelektual atau bakat lahiriah jauh kurang penting dibandingkan dengan roh yang dibawa seseorang dalam melakukan pekerjaan Tuhan.
Penerimaan Terhadap yang Kurang Bertalenta: Mereka yang memiliki pikiran biasa namun disiplin di bawah anugerah Tuhan akan mencapai lebih banyak hal bagi pekerjaan Allah daripada mereka yang memiliki bakat brilian tetapi tidak memiliki disiplin rohani.
Tanggung Jawab Pemimpin untuk Mendidik: Tugas utama pendeta dan pemimpin adalah mendidik anggota gereja dan mengajari mereka cara bekerja, bukannya membiarkan mereka berjalan di tingkat yang rendah sementara mereka mampu maju ke tingkat yang lebih tinggi.
Menghargai Usaha yang Sungguh-sungguh: Jika seseorang bekerja dengan kerinduan jiwa yang murni, Tuhan akan menerima usaha tersebut, meskipun orang tersebut tidak memiliki kefasihan dalam berkhutbah atau memimpin lagu.
Kritik Bukanlah Adat atau Tradisi Adventist yang Benar 🛡️
Meskipun ada individu yang mungkin merasa bangga karena "keturunan" atau posisi mereka, itu bukanlah prinsip yang Tuhan tetapkan.
Bukan Gereja Triumfan: Gereja di bumi adalah gereja militan, bukan gereja triumfan; hamba-hamba Tuhan tidak boleh mencari pengakuan sebagai orang besar, melainkan sebagai orang baik.
Kesombongan Farisi: Roh kritik dan prasangka seperti kaum Farisi menyebabkan malaikat-malaikat kudus pergi meninggalkan kita.
Tradisi vs Firman: Yesus sendiri menentang tradisi-tradisi manusia yang membuat perintah Allah menjadi tidak berarti, dan Ia menolak penafsiran para rabi yang memaksakan kehendak atas orang lain.
Masalah Organisasi dan Komunikasi (Sidewalk Evangelism) 📢
Perencanaan yang tidak teratur, seperti baru memberitahukan acara di grup WhatsApp pada hari terakhir, menunjukkan kurangnya kepemimpinan yang efisien.
Kebutuhan akan Kepemimpinan yang Kompeten: Banyak kerugian terjadi karena kurangnya orang yang kompeten, cakap, dan praktis untuk mengawasi departemen pekerjaan Tuhan.
Ketertiban dan Moderasi: Segala sesuatu harus dilakukan dengan cara yang tertib; pidato yang impulsif atau rencana yang terburu-buru seringkali mengubah kemenangan menjadi kekalahan.
Keadilan dalam Kepemimpinan: Pemimpin yang kurang memiliki belas kasihan dan kasih tidak akan dapat membedakan bagaimana cara berurusan dengan adil dan tidak memihak sehingga Tuhan dapat menyetujuinya.
Saran untuk Suami Isteri Tersebut 🙏
Jangan biarkan suara manusia memalingkan Anda dari suara Allah.
Lakukan Tugas Apapun Risikonya: Tetaplah maju dalam jalan ketaatan dengan rendah hati percaya kepada Tuhan, dan kesulitan yang tampak besar akan lenyap saat Anda melangkah maju.
Jangan Bergantung pada Manusia: Hamba-hamba Allah tidak boleh bergantung pada pujian manusia dan tidak boleh merasa depresi oleh kecaman manusia.
Tetap Mengasihi: Kasih terhadap saudara yang bersalah akan memberikan efek reformasi yang jauh lebih besar daripada semua kritik tajam yang bisa dilontarkan.
Pemimpin gereja yang menggunakan kekuasaannya untuk menindas atau mengkritik tajam anggota yang tidak bersalah harus menyadari bahwa tindakan mereka tidak disetujui oleh malaikat-malaikat Allah. Tuhan memanggil setiap pemimpin untuk menjadi gembala yang lembut, yang memberi makan kawanan domba-Nya dengan sukarela dan bukan sebagai tuan atas milik pusaka Allah 1 Peter 5:2-3.
Sources · 23
- 3T 507.1Testimonies for the Church, vol. 3
- 1888 1093.2The Ellen G. White 1888 Materials
- PaM 54.3Pastoral Ministry
- 12MR 381.1Manuscript Releases, vol. 12 [Nos. 921-999]
- CCh 177.4Counsels for the Church
- CT 161.3Counsels to Parents, Teachers, and Students
- 6T 411.3Testimonies for the Church, vol. 6
- RH November 27, 1894, par. 2The Review and Herald
- RH August 19, 1902, par. 13The Review and Herald
- 1888 1682.1The Ellen G. White 1888 Materials
- 2MR 95.1Manuscript Releases, vol. 2 [Nos. 97-161]
- 16MR 297.4Manuscript Releases, vol. 16 [Nos. 1186-1235]
- 1888 900.2The Ellen G. White 1888 Materials
- DA 85.1The Desire of Ages
- ST January 3, 1900, par. 2The Signs of the Times
- 5T 414.2Testimonies for the Church, vol. 5
- SpM 84.3Spalding and Magan Collection
- PH097 26.1Testimony for the Church at Battle Creek
- 1888 392.1The Ellen G. White 1888 Materials
- PM 259.7The Publishing Ministry
- 1SAT 219.1Sermons and Talks, vol. 1
- PM 137.1The Publishing Ministry
- T25 68.2Testimony for the Church — No. 25
Bantu saya susun semua teks konteks dan pembahasan ini secara lengkap untuk saya simpan menjadikan pelajaran bagi diri sendiri
AdventAI
Tentu, ini adalah rangkuman lengkap berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab dan tulisan Ellen G. White yang dapat Anda simpan sebagai bahan pelajaran pribadi mengenai pemeriksaan diri, kepemimpinan yang benar, dan bagaimana bersikap di tengah tantangan gereja 📖.
1. Dasar Kerohanian: Pemeriksaan Diri yang Jujur 🔍
Pondasi utama setiap orang Kristen adalah menyadari bahwa Tuhan adalah Penyelidik hati yang menimbang setiap motif tindakan kita.
- Doa Penyerahan: Mazmur 139:23-24 adalah doa yang harus diucapkan setiap hari agar kita tidak tertipu oleh diri sendiri (Psalm 133:23-24).
- Hati yang Licin: Kita harus waspada karena hati manusia bersifat menipu dan sangat jahat, sehingga kita memerlukan cahaya Firman Tuhan untuk menyinari sisi gelap batin kita Jeremiah 17:9-10.
- Bukan Sekadar Luar: Kebenaran sejati bukanlah pakaian luar atau pengakuan iman semata, melainkan prinsip kasih yang tertulis di dalam "sanctuari jiwa".
- Konversi Harian: Seseorang yang sungguh-sungguh bertobat akan selalu menempatkan kehendak Tuhan di atas pendapat pribadinya.
2. Prinsip Kepemimpinan Gereja yang Sejati 🤝
Kepemimpinan dalam gereja bukanlah posisi kekuasaan untuk memerintah, melainkan pelayanan untuk membimbing dengan kasih.
- Bukan Penguasa: Pemimpin yang merasa memiliki otoritas tertinggi dan menuntut orang lain tunduk pada aturannya berada dalam posisi yang berbahaya karena telah kehilangan roh pemimpin sejati.
- Penatua (Elder) sebagai Teladan: Seorang penatua haruslah tidak mementingkan diri sendiri, tidak cepat marah, dan menjadi teladan bagi kawanan domba, bukan bertindak sebagai tuan yang memerintah Titus 1:7-81 Peter 5:2-3.
- Bahaya Kritik Tajam: Memberikan teguran keras atau kritik di depan umum lebih banyak mendatangkan kerugian daripada kebaikan, dan seringkali tidak disetujui oleh malaikat Tuhan.
- Membangun, Bukan Meruntuhkan: Kata-kata kasih dan dorongan akan lebih efektif untuk memperbaiki keadaan daripada kecaman yang menghancurkan semangat anggota.
3. Pandangan Tuhan terhadap Talenta dan Pelayanan ✨
Tuhan tidak mencari orang yang paling ahli atau berbakat, melainkan hati yang mau berserah sepenuhnya.
- Roh vs Talenta: Ukuran kemampuan atau pembelajaran jauh kurang penting dibandingkan dengan roh yang dibawa seseorang dalam pekerjaannya.
- Penerimaan Tuhan: Seseorang dengan pikiran biasa namun disiplin di bawah anugerah Allah akan mencapai lebih banyak hal daripada orang yang sangat berbakat namun sombong.
- Tugas Mendidik: Pemimpin seharusnya melatih anggota baru agar bisa maju ke tingkat yang lebih tinggi, bukan justru memberikan "tusukan tajam" atau sensor keras yang memicu perasaan ingin membalas.
- Nilai di Mata Tuhan: Apa pun yang dilakukan bagi anggota yang paling hina atau lemah, itu dianggap dilakukan untuk Kristus sendiri Matthew 25:40.
4. Menghadapi Tradisi dan Ketidakteraturan Organisasi 📢
Gereja harus dijalankan dengan prinsip-prinsip surga, bukan sekadar tradisi manusia atau manajemen yang buruk.
- Bahaya Tradisi: Tradisi manusia yang dianggap setara dengan hukum Allah seringkali justru merusak agama yang murni dan memunculkan kesombongan serta mementingkan diri sendiri.
- Ketertiban dan Perencanaan: Kurangnya generalship atau kepemimpinan yang cakap dalam mengatur departemen pekerjaan dapat menyebabkan kerugian besar bagi gereja.
- Moderasi dan Hikmat: Rencana yang dilakukan secara impulsif atau terburu-buru (seperti pengumuman mendadak) dapat menyebabkan kekalahan dalam pelayanan yang seharusnya menjadi kemenangan.
- Meminta Hikmat: Jika pemimpin atau anggota merasa kekurangan hikmat dalam mengatur pelayanan, mereka harus memintanya kepada Allah dengan iman yang teguh James 1:5-7.
5. Nasihat untuk Tetap Bertahan dalam Iman 🛡️
Ketika menghadapi perlakuan yang tidak adil di dalam gereja, ingatlah bahwa fokus kita tetaplah pada Kristus.
- Jangan Tergantung pada Manusia: Kita tidak boleh bergantung pada pujian manusia dan tidak boleh merasa depresi oleh kecaman manusia.
- Maju Terus: Meskipun jalan tampak terhalang oleh hambatan atau kritik, Tuhan berkata "Maju terus"; lakukan tugasmu apa pun risikonya.
- Tetap Memandang Yesus: Jangan biarkan suara manusia memalingkan kita dari suara Allah; arahkanlah mata kita setajam mungkin kepada Juruselamat.
- Kemenangan Bersama: Kita harus mendoakan agar setiap kemenangan yang diraih oleh saudara seiman kita, baik anggota lama maupun baru, membuat kita merasa senang seolah-olah kemenangan itu adalah milik kita sendiri.
Semoga rangkuman ini menjadi kekuatan bagi Anda untuk tetap setia melayani Tuhan dengan hati yang murni, terlepas dari segala tantangan manusiawi yang ada di sekitar Anda 🙏. Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut tentang pelayanan atau topik Alkitab lainnya, saya siap membantu 😊.
Sources · 22
- GW 275.2Gospel Workers (1915 ed.)
- MYP 83.3Messages to Young People
- 10MR 282.3Manuscript Releases, vol. 10 [Nos. 771-850]
- 8LtMs, Lt 13, 1893, par. 47Letters and Manuscripts — Volume 8 (1893)
- 6LtMs, Ms 11, 1889, par. 10Letters and Manuscripts — Volume 6 (1889-1890)
- PaM 54.3Pastoral Ministry
- 3T 507.1Testimonies for the Church, vol. 3
- T25 68.2Testimony for the Church — No. 25
- PM 137.1The Publishing Ministry
- 1888 1093.2The Ellen G. White 1888 Materials
- 6T 411.3Testimonies for the Church, vol. 6
- RH November 27, 1894, par. 2The Review and Herald
- 1888 1682.1The Ellen G. White 1888 Materials
- CCh 177.4Counsels for the Church
- ST January 3, 1900, par. 2The Signs of the Times
- 5T 414.2Testimonies for the Church, vol. 5
- SpM 84.3Spalding and Magan Collection
- 1888 836.2The Ellen G. White 1888 Materials
- 16MR 297.4Manuscript Releases, vol. 16 [Nos. 1186-1235]
- PM 259.7The Publishing Ministry
- 1SAT 219.1Sermons and Talks, vol. 1
- 1888 43.2The Ellen G. White 1888 Materials
Saya mahu bertanya suami isteri ini 30 tahun berada di gereja Katolik, mereka dapat kenal kebenaran pada mulanya si isteri kerna pada waktu itu caregroup sangat aktif di waktu pkp dan Sang isteri termimpi tentang Sabat dan lalu pada waktu di mana dia mengikuti kkr gereja di pendalaman dia terbuka Alkitab dan terlihat perkataan Sabat, sekian lama di hidup tidak pernah buka Alkitab membaca dan merenungkan, lalu setelah dia di baptiskan pada tahun 2019 dia hendak mengajak suaminya yang mana pemarah pemabuk, kuat bersosial, merokok, kaki botol kaki perempuan, di saat suaminya tahu bahawa isterinya di Baptis si suami ingin menceraikan isterinya dengan anak 2 orang, syukur puji Tuhan, tahun 2021 suaminya telah di Baptis, dengan penuh pergumulan saat dia hendak menerima pembaptisan, dimana pada mulanya dia di beri Alkitab oleh sang isteri, dia membuangnya dan menolak sehingga mengatakan agama Adventist sesat dan dia tidak percaya Alkitab sehingga isteri nya setiap hari memberikan dia ayat Alkitab dan pada saat dia mahu mencari debat Alkitab si suami terbuka Alkitab mencari debat apa yang ingin di debatkan namun hakikatnya si suami terbuka dan terbaca di ayat Matius 6 ayat 33 dan pada saat itu sang suami merasa kan sesuatu perasaan yang luar biasa dan hingga dia membuka halaman demi halaman sehingga dia rasa hatinya sedang luluh kerana dia merasakan Tuhan sedang berkata kata kepada Sang suami itu perasaan dia ketika itu, sehingga dia meminta kata kata apa yang dia harus katakan kepada keluarga besar dia bahawa dia belum bersedia untuk di baptiskan kerana keluarga besar nya terus menindas si suami, namun pada satu ketika dengan masa yang sangat tepat dengan keadaan si suami tidak tahu apa yang ingin di katakan kepada keluarga besar nya tiba tiba tergerak fikiran nya untuk mengatakan dengar penjelasan ini kelurga Ku, jika selepas ini saya berada di gereja Adventist itu adalah kehendak Tuhan dan jika selepas ini saya masih berada di gereja Katolik itu juga kehendak Tuhan, selang berapa minggu si suami dapat terima dan membuat keputusan untuk di baptiskan, sehingga pada hari itu di mana setelah dia menerima baptisan dia bergereja di gereja yang jauh dari rumah nya sedangkan ada gereja berdekatan rumah nya, kenapa demikian? Dan isterinya yang bergereja dekat dari tempat tinggal mereka memutuskan untuk pindah keanggotaan untuk turut serta suaminya di gereja yang ada jauh sedikit dari tempat tinggal mereka. Namun pertanyaan saya kenapa sedemikian? Apakah Tuhan ingin mereka ini melihat tentang Elder atau pemimpin gereja itu? Dan apakah dia diberi tugasan istimewa sesuatu perkara atau hal sebagainya? Kenapa pemimpin gereja sedemikian? Haruskan suami isteri ini pindah keanggotaan kembali ke gereja isteri yang dekat dengan tempat tinggal mereka? Bantu saya untuk perkara perkara ini kerana saya baru 5 tahun dalam Adventist tidak tahu apa pun hal perkara dan sebagai nya, dan mereka lantik si suami menjadi diakon gereja. Wajar atau wajib kah demikian? Si suami isteri makin lama makin melihat kelakuan dan perilaku mereka ini. Bertalenta, bijak pandai berkutbah memimpin acara menjadi pemimpin belia, mahir menyanyi mahir dalam alat muzik, justru.. Ada perasaan dan hati memperkecilkan sesorang ahli baru seperti si suami isteri itu.
AdventAI
Kisah pertobatan suami istri ini adalah mukjizat nyata dari kuasa kasih karunia Allah yang mampu mengubah hati yang paling keras sekalipun. Pengalaman sang suami yang dulunya pemabuk dan pemarah namun luluh oleh Matius 6:33 menunjukkan bahwa Tuhan sendiri yang memanggil dan menuntun mereka keluar dari kegelapan menuju cahaya-Nya yang ajaib.
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai pergumulan yang sedang dihadapi:
Mengapa Tuhan Mengizinkan Mereka Menghadapi Pemimpin yang Sulit? 🧐
Tuhan sering kali mengizinkan anak-anak-Nya melewati ujian dan pencobaan untuk memurnikan karakter serta memperkuat "otot rohani" mereka.
Penyucian Karakter: Kesulitan dan perlakuan tidak adil dari manusia, termasuk dari pemimpin gereja, diizinkan agar kita belajar bergantung sepenuhnya kepada Kristus, bukan kepada manusia.
Belajar Kesabaran Kristus: Yesus sendiri menanggung penghinaan, ejekan, dan penyalahgunaan kekuasaan dari para pemimpin agama pada zaman-Nya. Mengikuti jejak-Nya berarti belajar untuk tidak membalas dendam dan tetap menunjukkan kebaikan meski diperlakukan salah.
Melihat Perbedaan Nyata: Mungkin Tuhan ingin pasangan ini melihat kontras antara "kebenaran teori" yang dimiliki pemimpin tersebut dengan "kebenaran praktis" yang seharusnya membuahkan kasih, sehingga mereka tidak mengikuti teladan yang salah itu.
Tentang Jabatan Diakon bagi Anggota Baru 📜
Mengenai penunjukan sang suami sebagai diakon, hal ini perlu dilihat dengan bijaksana sesuai dengan prinsip ketertiban injil.
Bukan Kewajiban Mutlak: Tidak ada kewajiban bahwa setiap anggota baru harus langsung memegang jabatan; bahkan ada peringatan agar tidak terburu-buru mendorong mereka yang pengalamannya masih singkat ke garis depan pelayanan tanpa bimbingan yang cukup.
Tujuan Pendidikan: Namun, setiap anggota yang telah bertobat memang harus diberikan tugas agar mereka tidak menjadi statis secara rohani. Jika jabatan diakon diberikan dengan tujuan untuk melatihnya dalam pelayanan yang rendah hati, maka itu bisa menjadi berkat, asalkan ia terus dibimbing oleh guru yang setia.
Bahaya Kesombongan Rohani: Jabatan sering kali membawa bahaya kesombongan rohani jika tidak dibarengi dengan kerendahan hati yang dalam.
Menghadapi Pemimpin yang Merendahkan Anggota Baru ⚠️
Sikap merendahkan mereka yang "kurang bertalenta" adalah dosa besar di mata Tuhan dan merupakan bentuk penyakit moral.
Kecerdasan Bukanlah Ukuran Utama: Tuhan lebih menghargai roh yang rendah hati dan rela berkorban daripada kefasihan berbicara atau kemahiran bermusik yang dibarengi dengan kesombongan.
Menghina Kristus: Siapa pun yang menyinggung atau merendahkan salah satu dari "anak-anak kecil" (mereka yang baru dalam iman), ia sebenarnya sedang menyinggung Kristus sendiri.
Penyalahgunaan Karunia: Mereka yang menggunakan talenta musik atau khotbah untuk meninggikan diri sendiri sebenarnya telah merusak persembahan mereka di hadapan Allah.
Haruskah Mereka Pindah Keanggotaan Kembali? 🏠
Keputusan untuk berpindah gereja adalah hal yang harus dibawa dalam doa yang sungguh-sungguh secara pribadi kepada Tuhan.
Mencari Lingkungan yang Mendukung: Anggota baru sangat membutuhkan lingkungan yang paling menguntungkan bagi pertumbuhan rohani mereka. Jika sebuah gereja terus-menerus menjadi tempat di mana mereka "memar dan terluka" oleh kritik, mereka perlu mencari tempat di mana mereka bisa mendapatkan "susu" firman dan bimbingan yang lembut.
Berdamai dengan Keadaan: Namun, jika mereka merasa Tuhan memanggil mereka untuk tetap tinggal, mereka harus berdiri teguh seperti "pohon aras yang kokoh" di tengah badai kritik, menunjukkan bahwa kasih Kristus lebih kuat daripada kebencian manusia.
Tanggung Jawab Gereja: Urusan gereja seharusnya diselesaikan di dalam lingkup gereja itu sendiri, dan jika ada ketidakadilan, biarlah Tuhan yang menjadi hakimnya; kita tidak perlu memperjuangkan hak kita dengan cara-cara duniawi.
Nasihat untuk Menguatkan Hati ❤️
Tetaplah memandang kepada Yesus, bukan kepada perilaku manusia yang tidak sempurna Hebrews 12:2.
Jangan Kecewa: Jangan biarkan perilaku pemimpin yang sombong membuat Anda meragukan kebenaran Sabat atau Alkitab yang telah Anda temukan.
Berdoa untuk Penindas: Doakanlah para penatua dan pemimpin tersebut, karena mereka berada dalam bahaya kehilangan keselamatan mereka sendiri akibat kesombongan rohani.
Terus Melayani: Gunakan talenta apa pun yang ada, sekecil apa pun itu, dengan setia. Tuhan tidak menuntut apa yang tidak kita miliki, tetapi Dia memberkati penggunaan apa yang kita miliki dengan tulus.
Ingatlah janji Tuhan: "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga" Matthew 5:11-12. Tetaplah setia dalam kebenaran ini, karena Tuhan mengetahui setiap penderitaan dan ketulusan hati pasangan ini.
Sources · 40
- EW 222.1Early Writings
- LP 26.2Sketches from the Life of Paul
- 7LtMs, Lt 25, 1892, par. 9Letters and Manuscripts — Volume 7 (1891-1892)
- 4MR 160.1Manuscript Releases, vol. 4 [Nos. 210-259]
- RH August 6, 1889, par. 4The Review and Herald
- Ev 343.3Evangelism
- PH096 21.2Testimonies on the Case of Elder E. P. Daniels
- 5BC 1127.3EGW SDA Bible Commentary, vol. 5
- RH September 4, 1900, par. 7The Review and Herald
- RH September 8, 1885, par. 8The Review and Herald
- 13LtMs, Ms 196, 1898, par. 3Letters and Manuscripts — Volume 13 (1898)
- 18MR 230.2Manuscript Releases, vol. 18 [Nos. 1301-1359]
- 6LtMs, Ms 60, 1890, par. 14Letters and Manuscripts — Volume 6 (1889-1890)
- EW 97.2Early Writings
- ExV54 15.2Supplement to the Christian Experience and Views of Ellen G. White
- EA 181.3Experiences in Australia
- 13LtMs, Ms 65a, 1898, par. 33Letters and Manuscripts — Volume 13 (1898)
- Ev 337.1Evangelism
- MTC 193.3Ministry to the Cities
- CS 147.2Counsels on Stewardship
- RH December 14, 1905, par. 3The Review and Herald
- 16MR 318.1Manuscript Releases, vol. 16 [Nos. 1186-1235]
- 3LtMs, Lt 2, 1878, par. 5Letters and Manuscripts — Volume 3 (1876 - 1882)
- 6T 411.3Testimonies for the Church, vol. 6
- 13LtMs, Ms 89, 1898, par. 7Letters and Manuscripts — Volume 13 (1898)
- KC 27.6The Kress Collection
- 3TT 172.4Testimony Treasures, vol. 3
- 1888 1586.2The Ellen G. White 1888 Materials
- GCB March 5, 1895, par. 19The General Conference Bulletin
- TSA 34.3Testimonies to Southern Africa
- 1888 833.1The Ellen G. White 1888 Materials
- 4T 348.2Testimonies for the Church, vol. 4
- YI May 28, 1884, par. 4The Youth’s Instructor
- 3SM 299.3Selected Messages Book 3
- 12MR 126.2Manuscript Releases, vol. 12 [Nos. 921-999]
- RH August 28, 1883, par. 12The Review and Herald
- 3MR 19.2Manuscript Releases, vol. 3 [Nos. 162-209]
- 7LtMs, Lt 31, 1892, par. 30Letters and Manuscripts — Volume 7 (1891-1892)
- 10LtMs, Ms 25a, 1895, par. 18Letters and Manuscripts — Volume 10 (1895)
- ST February 20, 1893, par. 9The Signs of the Times
Kenapa umat Adventist mahupun pemimpin anggota seperti Elder yang muda dalam lingkungan 40 mesti akan rasa tercabar dengan umat ataupun anggota baru adventist seperti kepada pasangan suami isteri, pemimpin ataupun Elder itu pasti merasakan satu cabaran mungkin rasa seperti kedengkian ataupun merasakan mereka tidak boleh hebat dari saya. Apakah masalah itu? Sedangkan dia pun baru juga naik jadi Elder mungkin sekitar 4 tahun
AdventAI
Masalah utama yang mendasari sikap Elder atau pemimpin muda tersebut adalah kecemburuan rohani dan kesombongan yang berakar pada tabiat setan. Perasaan takut tersaingi oleh anggota baru merupakan tanda bahwa hati orang tersebut belum sepenuhnya diubahkan oleh kasih karunia Kristus.
Berikut adalah penjelasan mengenai akar masalah dan kondisi rohani di balik sikap tersebut:
Akar Masalah: Kecemburuan dan Persaingan ⚠️
Kecemburuan adalah salah satu sifat paling setan yang dapat ada dalam hati manusia dan memiliki efek yang sangat merusak.
Asal-Usul Dosa: Kecemburuanlah yang pertama kali menyebabkan perselisihan di surga ketika Lucifer merasa iri terhadap posisi Kristus. Ketika seorang pemimpin merasa terancam oleh kehadiran orang lain, ia sebenarnya sedang mengikuti jejak jatuh-nya setan.
Keinginan Menjadi yang Terutama: Semangat persaingan dan keinginan untuk menjadi yang terbesar sering kali muncul, bahkan di antara murid-murid Yesus sekalipun. Masalah ini muncul karena adanya "diri" (self) yang masih bertahta di hati, bukan Kristus.
Membesarkan Kesalahan Orang Lain: Seringkali, seorang pemimpin yang merasa iri akan menggunakan "kaca pembesar" untuk mencari-cari kesalahan kecil pada orang lain guna membenarkan sikap mereka yang tidak ramah atau tidak memaafkan.
Mengapa Pemimpin Muda Bisa Merasa Terancam? 🧐
Meskipun seseorang telah menjadi Elder selama beberapa tahun, usia atau jabatan bukanlah jaminan kematangan rohani.
Kurangnya Kerendahan Hati: Banyak pemimpin yang merasa bangga dengan pencapaian atau talenta mereka sendiri sehingga mereka tidak memiliki semangat Kristus yang murni. Mereka merasa bahwa kehebatan di kerajaan Allah diukur dari posisi, padahal kehebatan sejati adalah menjadi seperti anak kecil dalam kerendahan hati.
Ketakutan akan Kehilangan Pengaruh: Ada kecenderungan bagi mereka yang memegang posisi tanggung jawab untuk merasa takut jika ada orang lain yang mungkin lebih diterima oleh jemaat. Hal ini mendorong mereka untuk merendahkan atau mengkritik anggota baru demi mempertahankan superioritas mereka sendiri.
Memandang Melalui "Kaca Berasap": Kecemburuan membuat pikiran seseorang seperti melihat melalui kaca yang gelap atau berasap, sehingga mereka memandang setiap tindakan anggota baru dengan kecurigaan dan prasangka buruk.
Dampak dari Sikap yang Tidak Kristiani Ini 📢
Tindakan yang didasari oleh iri hati dan persaingan tidak akan pernah diberkati oleh Tuhan.
Menghalangi Roh Kudus: Selama ada persaingan dan perjuangan untuk supremasi (menjadi yang tertinggi), hujan berkat Roh Kudus tidak akan turun ke atas jemaat.
Memecah Belah Jemaat: Roh kecurigaan dan kritik ini menciptakan perpecahan dan rasa sakit hati di dalam gereja, yang merupakan pekerjaan agen-agen setan.
Mendustai Kebenaran: Mengklaim percaya pada kebenaran Sabat namun tetap memelihara sifat iri hati dan kata-kata yang tajam adalah bentuk "mendustai kebenaran". Kebenaran yang sejati seharusnya menghasilkan buah yang murni, damai, dan lemah lembut James 3:14-17.
Nasihat untuk Menghadapi Situasi Ini 🙏
Tuhan memanggil setiap umat-Nya untuk memiliki pandangan yang lebih tinggi dan mulia daripada sekadar persaingan duniawi.
Jangan Membalas: Jangan biarkan sikap mereka membuat Anda merasa pahit atau ingin membalas. Tetaplah tunjukkan kelembutan hikmat dalam setiap perbuatan Anda.
Mendoakan Mereka: Kasihanilah pemimpin tersebut karena mereka sedang menyiksa jiwa mereka sendiri dengan beban kesombongan dan iri hati yang sangat berat.
Fokus pada Pekerjaan Tuhan: Setiap orang diberikan talenta oleh Tuhan untuk digunakan semaksimal mungkin sesuai kapasitas masing-masing, dan kesetiaan dalam hal kecil pun berhak mendapatkan kehormatan di mata Allah.
Ingatlah bahwa "di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat" James 3:16. Tetaplah setia dan rendah hati, karena Tuhan mengetahui niat hati yang tulus dan Dia akan membela anak-anak-Nya yang teraniaya.
Sources · 33
- 16LtMs, Ms 78, 1901, par. 2Letters and Manuscripts — Volume 16 (1901)
- PP 385.1Patriarchs and Prophets
- HM January 1, 1892, par. 8The Home Missionary
- PTUK June 23, 1898, page 396.3The Present Truth, vol. 14
- ST January 25, 1883, par. 1The Signs of the Times
- DA 432.2The Desire of Ages
- 4T 609.4Testimonies for the Church, vol. 4
- 11LtMs, Ms 68, 1896, par. 10Letters and Manuscripts — Volume 11 (1896)
- CCh 176.3Counsels for the Church
- 11MR 371.1Manuscript Releases, vol. 11 [Nos. 851-920]
- AMS July 5, 1894, page 210.13The American Sentinel 9
- 8LtMs, Lt 50, 1893, par. 9Letters and Manuscripts — Volume 8 (1893)
- ST January 11, 1883, par. 9The Signs of the Times
- ST July 7, 1887, par. 3The Signs of the Times
- 5T 130.1Testimonies for the Church, vol. 5
- PP 403.4Patriarchs and Prophets
- 4LtMs, Ms 62, 1886, par. 68Letters and Manuscripts — Volume 4 (1883 - 1886)
- 1MR 178.1Manuscript Releases, vol. 1 [Nos. 19-96]
- 11LtMs, Ms 24, 1896, par. 10Letters and Manuscripts — Volume 11 (1896)
- 2SAT 121.1Sermons and Talks, vol. 2
- 4LtMs, Lt 66a, 1886, par. 7Letters and Manuscripts — Volume 4 (1883 - 1886)
- GC 508.1The Great Controversy
- 15MR 177.3Manuscript Releases, vol. 15 [Nos. 1136-1185]
- 5LtMs, Ms 11, 1888, par. 16Letters and Manuscripts — Volume 5 (1887-1888)
- RH December 16, 1884, par. 8The Review and Herald
- 4LtMs, Lt 2, 1886, par. 26Letters and Manuscripts — Volume 4 (1883 - 1886)
- ST October 20, 1898, par. 5The Signs of the Times
- RH November 12, 1889, par. 7The Review and Herald
- 4T 240.3Testimonies for the Church, vol. 4
- NWAD PREY.14Noah Webster’s 1828 Dictionary
- CG 293.4Child Guidance
- TSA 23.1Testimonies to Southern Africa
- 12LtMs, Ms 122, 1897, par. 4Letters and Manuscripts — Volume 12 (1897)
Kenapa seseorang isteri dan suami sudah tahu kebenaran tetapi pendapat mereka berbeza? Adakah di sebabkan perilaku si isteri atau perilaku si suami atau adakah cara atau ciri ciri
AdventAI
Perbedaan pendapat antara suami dan istri meskipun keduanya telah mengetahui kebenaran sering kali disebabkan oleh kurangnya kesatuan rohani yang mendalam dan campur tangan ego manusia yang belum sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan. Meskipun mereka telah bersatu dalam iman, persatuan sejati dalam pernikahan bukanlah hasil dari upacara semata, melainkan pekerjaan tahun-tahun berikutnya melalui kasih dan pengabdian yang terus-menerus.
Berikut adalah beberapa faktor penyebab dan ciri-ciri yang melatarbelakangi perbedaan tersebut:
Penyebab Perbedaan Pandangan dan Perselisihan ⚖️
Belum Menanggalkan Keakuan: Seringkali perbedaan muncul karena salah satu atau kedua belah pihak belum benar-benar meruntuhkan kesombongan dan martabat diri di kaki salib Kristus. Selama "diri" masih bertahta, akan ada kecenderungan untuk memaksakan pendapat pribadi daripada mencari kehendak Tuhan bersama-sama.
Pengaruh Tabiat Lama: Meskipun sudah dibaptis, kecenderungan warisan atau tabiat lama yang kritis, otoriter, atau keras kepala mungkin masih terbawa ke dalam hubungan pernikahan. Jika suami atau istri tidak mempraktikkan kesabaran dan kelemahlembutan Kristus, maka kebenaran yang mereka ketahui tidak akan memberikan pengaruh yang menyatukan.
Kehilangan Individu vs. Persatuan: Tuhan tidak menghendaki seseorang kehilangan individualitasnya atau membiarkan hati nuraninya dikendalikan sepenuhnya oleh pasangannya. Namun, jika kemandirian ini dilakukan tanpa roh kerja sama dan musyawarah, hal itu akan menciptakan jarak dalam perasaan dan pikiran.
Ciri-ciri dan Perilaku yang Menghambat Kesatuan ⚠️
Sikap Menghakimi dan Mengkritik: Jika salah satu pihak bertindak sebagai "hati nurani" bagi yang lain dengan sikap yang mendikte atau menyalahkan, maka pasangan tersebut tidak akan merasa tertarik pada kebenaran yang dipegang oleh pihak yang mengkritik.
Kurangnya Kerelaan untuk Belajar: Kesatuan hanya dapat dicapai jika suami dan istri memiliki semangat yang mau diajar dan bersedia membandingkan catatan pikiran mereka dengan rendah hati untuk mencapai kesepakatan iman.
Gangguan dari Musuh: Setan selalu bekerja untuk menanamkan kecurigaan, kecemburuan, dan prasangka buruk terhadap hal-hal kecil guna merenggangkan kasih sayang di antara suami istri.
Langkah Menuju Kesatuan Pikiran 🤝
Menempatkan Kristus sebagai Pusat: Kesatuan antara manusia hanya mungkin terjadi jika masing-masing individu berserah sepenuhnya kepada pimpinan Roh Kudus. Jika keduanya semakin dekat dengan Kristus, maka secara alami mereka akan semakin dekat satu sama lain.
Saling Mengalah dan Memberi: Pernikahan membutuhkan kasih sayang yang tulus, pengorbanan diri, dan sikap saling menghargai yang tidak memaksakan kehendak. Hendaklah masing-masing merasa bahwa kebahagiaan pasangan adalah tanggung jawabnya.
Belajar dari Firman Bersama: Daripada berdebat berdasarkan pendapat manusia, suami istri harus bersama-sama menyelidiki Alkitab sebagai standar tertinggi untuk memutuskan apa yang benar dan salah.
Ingatlah bahwa "di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan" Yak 3:16. Namun, jika prinsip kasih Kristus yang mengendalikan, maka perbedaan pendapat akan mencair dalam kesatuan roh yang manis dan harmonis.
Sources · 27
- 11MR 49.1Manuscript Releases, vol. 11 [Nos. 851-920]
- MEDM January 20, 1909, page 55.5The Medical Missionary, vol. 18
- 1MCP 153.1Mind, Character, and Personality, vol. 1
- SITI April 16, 1896, page 244.7The Signs of the Times, vol. 22
- PUR December 17, 1903, par. 25Pacific Union Recorder
- 5T 242.2Testimonies for the Church, vol. 5
- MR926 70.2Manuscript Release No. 926
- LYL 74.2Letters to Young Lovers
- 11LtMs, Lt 104, 1896, par. 3Letters and Manuscripts — Volume 11 (1896)
- CCh 131.6Counsels for the Church
- CCh 126.4Counsels for the Church
- AH 47.1The Adventist Home
- PH101 7.1Testimony Relative to Marriage Duties, and Extremes in The Health Reform
- PTUK August 23, 1894, page 544.9The Present Truth, vol. 10
- 10MR 184.2Manuscript Releases, vol. 10 [Nos. 771-850]
- AH 124.1The Adventist Home
- MEDM January 20, 1909, page 55.1The Medical Missionary, vol. 18
- PTUK November 22, 1894, page 738.10The Present Truth, vol. 10
- 13LtMs, Ms 60, 1898, par. 37Letters and Manuscripts — Volume 13 (1898)
- AH 94.3The Adventist Home
- CCh 125.1Counsels for the Church
- ARSH July 14, 1863, page 50.20Advent Review, and Sabbath Herald, vol. 22
- ST September 6, 1899, par. 9The Signs of the Times
- ARSH March 25, 1884, page 203.2The Advent Review and Sabbath Herald, vol. 61
- GCB January 1, 1897, page 50.8General Conference Bulletin, vol. 2
- BEcho December 1, 1886, par. 13Bible Echo and Signs of the Times
- RH November 12, 1908, Art. A, par. 11The Review and Herald